Asuransi merupakan upaya memindahkan risiko yang akan dihadapi
seseorang di masa mendatang untuk dipikul atau ditanggung oleh pihak
lain sebagai bagian usaha dari pihak lain tersebut.
Pihak lain itu bisa
perorangan ataupun lembaga. Biasanya pihak yang bisa menanggung risiko
pihak lain dapat dilakukan dengan
perjanjian dua pihak atau perjanjian
publik yang dikelola oleh lembaga atau perusahaan asuransi.
Senin, 01 Juli 2013
Kamis, 27 Juni 2013
Mengintip Kepribadian dari Golongan Darah
Golongan darah adalah
ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis
karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dua
jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan
Rhesus (faktor Rh).Tapi ternyata, golongan darah bisa menjadi pribadi kita sendiri dengan kata lain bisa mencerminkan siapa kita sebenarnya. Golongan darah yang terdiri dari empat bagian diantaranya A, B, O, AB mempunya makna tersendiri.
Pembunuh 'Diam-diam' Pria Indonesia
Dulu, penyakit-penyakit tertentu dicap sebagai penyakit orangtua.
Mirisnya, penyakit-penyakit ini kini malah mengincar masyarakat dari negara berpendapatan rendah dan anak muda, termasuk di Indonesia.
Tapi, siapapun bisa mencegahnya jika tahu apa penyebabnya dan bagaimana melawannya.
Inilah Empat Penyakit Pembunuh Utama Kaum Lansia di Indonesia
Jakarta - Penyakit stroke ternyata menjadi penyebab kematian para lansia wanita wanita di atas usia 65 tahun.
Data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan, 24,4 persen wanita lansia yang meninggal karena penyakit itu. Sementera lansia laki-laki hanya 20,6 persen.
Menyusul penyakit lain yang menyerang adalah kaum lansia hawa adalah hipertensi (11,2 persen), penyakit NEC alias Necrotizing Enterocolitis (9,6 persen), penyakit saluran pernafasan bawah kronik (6,6 persen).
Data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan, 24,4 persen wanita lansia yang meninggal karena penyakit itu. Sementera lansia laki-laki hanya 20,6 persen.
Menyusul penyakit lain yang menyerang adalah kaum lansia hawa adalah hipertensi (11,2 persen), penyakit NEC alias Necrotizing Enterocolitis (9,6 persen), penyakit saluran pernafasan bawah kronik (6,6 persen).
AAJI targetkan agen asuransi jiwa capai 500.000 orang di 2015
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menilai bahwa jumlah agen
pemasaran asuransi jiwa masih tergolong minim. Pasalnya, hingga saat ini
AAJI mencatat jumlah agen asuransi jiwa baru sekitar 320 ribu.
Pihaknya menargetkan hingga tahun 2015, jumlah pemasaran berlisensi bisa meningkat menjadi 500 ribu agen. "Kita targetkan sampai dengan 2013, tenaga pemasaran berlisensi mencapai 344.749, 2014 sebanyak 392.669 agen dan 2015 sebanyak 447,249 agen berlisensi," ujar Kepala Departemen Kanal Distribusi Agen AAJI, De Yong Adrian di The Plaza, Jakarta, Rabu (22/5).
Pihaknya menargetkan hingga tahun 2015, jumlah pemasaran berlisensi bisa meningkat menjadi 500 ribu agen. "Kita targetkan sampai dengan 2013, tenaga pemasaran berlisensi mencapai 344.749, 2014 sebanyak 392.669 agen dan 2015 sebanyak 447,249 agen berlisensi," ujar Kepala Departemen Kanal Distribusi Agen AAJI, De Yong Adrian di The Plaza, Jakarta, Rabu (22/5).
Langganan:
Postingan (Atom)
Sudahkah anda rencanakan masa depan keluarga anda?



